Oleh: Muslim Hannan, Kwagean Sebagaimana pondok atau lembaga pendidikan yang lain, penutupan akhir tahun atau biasa disebut akhirus sanah adalah momen penutupan kegiatan yang tidak hanya diisi dengan mewisuda santri atau siswa, namun juga sebagai ajang unjuk gigi kepada masyarakat sekitar atas perkembangan pondok. Salah satu unsur yang ingin di’tunjuk’kan dalam acara akhirus sanah biasanya adalah mubaligh, atau pengisi acara utama. Semakin kondang sang pengisi, maka gengsi akan semakin tinggi. Dikwagean pun sama, sejak meningkatnya perekonomian pondok, dan juga semakin berkembangnya pondok, pengurus mulai berani menaikkan kualitas mubaligh. Kualitas disini dari kadar ketenaran, bukan kadar kualitas keilmuan. Karena seringkali, kualitas ketenaran tak berbanding lurus dengan kualitas keilmuan. Sebelum saya pulang, pengurus telah beberapa kali mencoba mengundang mubaligh besar kelas wahid, namun tak pernah berhasil. Sudah sowan, dan dikasih jadwal sama sang mubaligh, eh ketik...